Bismillahirrahmaanirrahiim..
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..
Apa kabar temen2 semuanya, ini adalah pertama kali aku menulis di blog. Kalo masih ada yang salah harap maklum aja yah, hihi.
Oh ya, untuk postingan pertama kali ini aku mau nulis tentang proses hijrahku. Dan memutuskan untuk tidak pernah pacaran lagi. Alhamdulillah pada saat itu, aku semangat banget buat hijrah (berubah untuk menjadi yang lebih baik). Aku kemarin sempet menjalani hubungan yang nggak ada guna sama sekali, dan biasa di istilahkan dengan pacaran, tapi aku nggak nganggep itu sebagai pacaran sih, cuman temenan tapi naik level dikit (Astaghfirullah).. Aku memutuskan untuk istiqomah dalam berhijab dan istiqomah untuk tidak pacaran, saat aku duduk dikelas 2 SMK semester 2.
Dulu itu, masa itu aku sangat bangga dengan menyandang status berpacaran. Bahkan aku dan dia sempet saling tukar foto profil medsos, dan masih banyak lagi yang nggak sanggup aku cerita secara detail.
Detik-detik mau putus,
Pada saat itu aku mengunggah foto perempuan memakai hijab syar’i dengan alasan yang aku nggak tau kenapa. Tiba-tiba aja gitu langsung mengupload foto, mungkin hidayah Allah. Bukan mungkin lagi, ya pasti iyalah, apalagi coba kalo bukan?? (udah lanjut lagi aja)..
Terus si doi ngomentarin foto yang gue unggah itu, “ko kamu ngunggah foto kaya gitu sihh?”. “kenapa? Ga boleh ya? “. “Bukan ngga boleh sih, tapi yang ngga enaknya sama kamu. Apa pandangan mereka yang liat foto itu coba, kalo mereka tau kamu pacaran. Mereka pasti berfikir muslimah udah syar’i ko pacaran”. Setelah mendengar kalimat langsung dari pacar gue pada saat itu (yang sekarang udah jadi mantan, mantan yang terakhir mudah-mudahan, aamiin). Gue meresa di tampar sekencang-kencangnya, dan gue rasa itu tamparan bathin banget buat gue.
Saat itu, aku langsung terdiam dan terduduk lemas, aku merasa perkataan si doi bener banget, aku sangat benci pada diriku sendiri dan aku juga berterima kasih sama si doi karna udah menyadarkanku. Dan nggak lupa juga aku bersyukur kepada sang Maha Pemberi Hidayah ALLAH TA’ALA.
Dan pada saat itu , hari itu, detik itu aku langsung mengambil keputusan untuk mengakhiri semuanya, dengan kalimat yang sopan dan halus aku mengakhirinya dengan kalimat seperti ini, agak lebay tapi emang gitu..
Assalamualaikum
Bismillah, maafkan aku saudaraku jika caraku mencintaimu salah dimataNya.
Aku tau hubungan ini tidak halal, dan sangat tidak pantas untuk dijalani apalagi untuk dipertahankan. Kita bukan orang bodoh, hanya saja kita ditutupi oleh ketidaktahuan.
Aku tak membencimu, atau berniat melupakanmu. Aku sangat mencintaimu, sangat..
Aku ingin kita fokus kepada tujuan kita, yaitu mencari Ridho ALLAH..
Jika kita memang ditakdirkan bersama-sama, nanti kita akan dipertemukan kembali pada waktu yang tepat.. Percayalah janjiNya saudaraku, sebaik-baik perencana ialah Dia.
Jika aku merindukanmu, aku akan menyelipkan namamu disepertiga malamku..
Tapi jika kau belum siap untuk hijrah bersama-sama, tak apa..
Aku disini akan mendoakan yang terbaik untukmu,
Oh ya, terima kasih sudah mengingatkan aku, dan itu adalah rencana ALLAH untuk menjaga kita, dari dosa..
Jaga dirimu baik-baik saudaraku,
Setelah aku mengirim pesan melalu whatsapp, si doi ngga langsung setuju, dia menemuiku ke rumah. Dia langsung meminta maaf karena telah berbicara yang menyinggung diriku. Aku tersenyum dan berkata, “aku ngga papa, aku justru malah berterima kasih karna kamu udah ngasih saran ke aku”. “emang ini ngga bisa diperbaikin lagi apa??”. Aku ngga jawab apa-apa, aku hanya menggeleng dan sambil tersenyum. Mungkin si doi sudah mengerti maksud dari isyaratku.
Belum lama setelah itu, dia berpamitan pulang. Sebelum pulang dia berbisik pelan “jangan lupakan aku, Tunggu aku. Kalo misalkan aku udah sukses, aku bakalan jemput kamu”.
Sebenernya aku punya harapan sih, buat bisa bersatu lagi suatu hari nanti. Tapi kita ngga tau kita bakalan jodoh atau engga. Wallahu A‘lam..
Sekian dulu temen-temen coretannya, kalo misalkan punya banyak waktu bakalan nulis lagi. terima kasih buat yang udah baca semoga menginspirasi. Masih acak-acakan sih, soalnya masih dalam proses belajar.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar